RSS

Arsip Kategori: Review

Sisir seharga Rp 300k, penting ngga sih?

Sisir seharga Rp 300k, penting ngga sih?

Hai cantik!!

Kegiatan menyisir rambut menjadi hal yang menyeramkan bagiku. Karena banyak rambut yang rontok, tersangkut dan pindah ke lain hati sisir. Dan jujur, tiap ngeliat helaian rambut yang rontok, rasanya pengen ngajak balikan aja. Dan karena ngga bisa ngajak balikan, akhirnya terlantun lagu:

INILAH SAAT TERAKHIRKU MELIHAT KAMU

JATUH AIR MATAKUUUUUU

*matiin mic*

Iya, setiap ngeliat rambut yang rontok itu ngeri sendiri. Apalagi trus ngeliat kulit kepala yang botak dan ngga ada rambut yang tumbuh. Pengen ngasih pupuk biar tumbuh subur ngga siiih?? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan rambut. Beberapa di antaranya adalah pakai hair tonic, menjaga pola makan, dan tentunya, memilih sisir yang tepat.

Selama ini aku selalu mengabaikan pemilihan sisir yang tepat. Buat aku, ngga ada bedanya tuh sisir seharga 300k atau 25k. Sama-sama buat merapikan rambut aja kok. Dan ternyata, aku salah besar lho.

Ritualku setelah keramas adalah, saat rambut sudah setengah kering, aku semprot makarizo anti frizz agar mempermudah proses mengurai rambut yang kusut dan aku sisir menggunakan sisir garpu. Kemudian aku tuang hair tonic di kulit kepala dan terakhir aku oleskan hair oil di ujung rambut agar rambut engga kering banget.

Namun, proses itu tetap menyebabkan rambutku rontok. Even aku sudah menyisir menggunakan sisir garpu ( sisir yang jarang). Sampai akhirnya aku baca mengenai tangle teezer. Pertama kali melihat harganya yang nyampe Rp 300k, aku spontan mengucapkan istighfar. SISIR DOANG HARGANYA 300 REBU? BUAT BELI NASI GORENG FAVORITKU BISA DAPET 20 PORSI LHOOOOO #sobatmiskin

Tapi, saat aku membaca review-nya, kok banyak banget review postif mengenai sisir ini. Akhirnya aku tergoda untuk membeli. Dan setelah menjual diri pada jin puun duit menabung berbulan-bulan, aku memutuskan untuk beli tangle teezer ini di sociolla. Dan happy-nya, pas ada diskon!! Hellow, siapa sih yang engga suka diskon? Dari harga Rp 296.900 menjadi Rp 190.016, yang buatku tetep aja mahal.

Seri tangle teezer yang aku beli adalah original plum delicious. Sengaja aku pilih yang warna mencolok agar ngga perlu kelamaan nyari kalau aku taruh di tas. Tangle teezer ini hadir dalam kemasan box plastic. Warnanya pink dan ungu. Ukurannya gedhe banget seukuran telapak tangan dan bentuknya bulky kayak bentuk mangga.

IMG20170914111612

Yang aku suka, sikat sisirnya lembut dan fleksible! Ada 2 macam ukuran sikatnya, panjang dan pendek. Dan dia engga sakit di kepala. Bener-bener lembut, meski ngga ada efek memijat.

IMG20170914111628

So far, rambutku masih rontok saat aku sisir, tapiiii JUMLAHNYA JAUH BERKURANG. Nih, saat aku sisir pakai sisir biasa, rambut yang pengen putus sama aku bisa mencapai 30-50 helai/nyisir. Tapi saat aku nyisir pakai tangle teezer ini, paling hanya 5 helai aja. Hal ini bikin aku ngga takut nyisir lagi.

So, apakah tangle teezer ini worth it buat dibeli? Of course YES!! Anggap aja investasi buat rambutmu menuju rambut indah bak putri raja.

Cheers

Fara

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada September 18, 2017 in Beauty, hair, Review

 

Tag: , , ,

Juni Juli make up haul

Hai cantik!!
Untuk pertama kalinya, aku bikin postingan make up & skin care yang aku beli periode Juni-Juli 2016. Produk-produk ini ada yang emang udah aku incer sejak lama, ada juga yang karena khilaf. Here we are..
1. Emina Beauty Bliss BB Cream, price 32k.


2. Emina City Chic CC Cake, price 44k.


Emina merupakan salah satu brand lokal Indonesia dengan kemasan lucu & ke-korea korea-an. Untuk awal, aku beli beauty blish dengan shade natural & city chic CC cake dgn shade peach EM.

Actually, aku ngincer sunscreennya emina nih. Tapi di sociolla & 2 counter emina di kotaku kosong terus.

3. Pixy BB Cream Bright Fix SPF 30& PA+++, price 32k


Tergoda beli bb cream ini karena diklaim mampu meratakan warna kulit tanpa terlihat seperti kilang minyak & non-comedogenic. Aku suka ketahannya di kulit wajahku. Aku beli yang shade beige karena waktu itu hanya ada 1 shade. Bisa dibeli di drugstore, bahkan di indomaret atau alfamart.
4. Corine de Farme Micellar Gel Refreshing, price 195k.


Diklaim sebagai dupe-nya bioderma. Sayangnya, aku salah beli. Pengennya yang micelar water malah kebeli yang gel. Namun saat diaplikasikan di wajah, mampu mengangkat make up, bahkan yang waterproof. Oh ya, isinya juga banyak banget, 500ml. Aku beli di guardian. Namun sayangnya, Corine de Farme Micellar Gel Refreshing ini membuat kulit wajahku makin kering, jadi untuk sementara aku hentikan pemakaiannya.
5. The bath box Scary face, price 99k ( ukuran 50gr)

6. The bath box Sugar face & body cleanser, price 90 k ( ukuran 50gr)

7. Lemon muesli face mask, price 70k ( ukuran 50gr)


8. surprise, honey shampp, free ( ukuran 60 ml)

9. fluffy hair mask, free ( ukuran 50gr)


Salah satu line produk lokal favorit aku nih, terbuat dari 100% bahan alami ( bener2 dari buah & bahan yang segar) dan pembuatannya berdasarkan pesanan, jadi produkmu pasti fresh. Harganya memang agak pricey, tapi karena semua bahannya alami tanpa adanya bahan pengawet, menurut aku masih worth it. Oh ya, karena bahannya alami, maka produk dari The Bath Box ini hanya mampu bertahan sebentar, sekitar 1-2 bulan saja. Lewat dari itu, sebaiknya jangan digunakan ya, daripada merusak kulit.
10. Missha magic cushion line version brown edition, price 119k, ( no refill)


Beli karena penasaran. Lumayan bagus sih untuk coverage muka, sayang di aku warnanya jadi keabuan & agak greasy, terutama kalau terlalu dalam menekan puff ke cushionnya.

11. Masami Shouko Teardrop Blender, price 80k

Awalnya mau beliin Ibu, tapi kok lucu kemudian aku juga gak punya spons untuk aplikasi foundation atau BB cream. Aku pribadi gak suka aplikasi foundie pakai jari tangan. Berbentuk seperti tetesan air, spons ini mampu meratakan foundie, BB Cream atau concealer ke seluruh wajah.
12. Pixy perfect eyeliner, price 37k


Salah satu produk yang aku nyesel belinya. Cepat kering, aplikatornya jelek & hasilnya tidak cukup memuaskan aku.
13. Benzolac, price 36k


Benzolac ini merupakan obat jerawat berbentuk salep. Lumayan mampu mengatasi jerawat yang meradang, namun memang harus rutin menggunakan.
Nah, itu make up haul-ku bulan Juni-Juli 2016. Nanti ada beberapa produk yang akan aku review lebih mendalam ya.

Feel free to leave your comment 🙂

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Agustus 3, 2016 in Beauty, Review, Uncategorized

 

Tag: , ,

Filosofi Kopi

 

 Filosofi Kopi merupakan film adaptasi dari buku Dewi Lestari yang berjudul sama. Saya sendiri belum membaca bukunya.

Acting para cast, gak perlu diragukanlah ya. Chemistry antara Chicco sebagai Ben & Rio Dewanto sebagai Jody sangat kuat. Pendalaman peran mereka pun sangat total. Bukan hanya cast yang total, pembuatan film ini juga pakai niat & hati, hingga semua terasa nyata. 

Hutang 800 juta yang diwariskan oleh ayah Jody memaksa Ben untuk membuat secangkir kopi istimewa, agar kedai Filosofi Kopi mereka tetap berjalan. Perbedaan karakter antara Ben & Jody membuat mereka berantem setiap harinya, karena Jody selalu melihat kedai kopi mereka dari sisi bisnis, sedangkan Ben beranggapan, jika kopi yang enak akan mendatangkan penikmatnya sendiri. Di sinilah mereka berkonflik.

Ben akhirnya menciptakan kopi Ben’s perfecto, yang dia anggap sebagai kopi terbaik di Jakarta, bahkan Indonesia. Sampai hal itu dipatahkan oleh kedatangan El, wanita penikmat kopi yang sedang menyusun ulang buku mengenai kopi. El beranggapan bahwa kopi tiwus yang dia cicipi di daerah Ijen, milik Pak Seno, adalah kopi terbaik saat ini.

Ego Ben seakan terluka dan mereka –Jody, Ben dan El- melakukan perjalan untuk merasakan kopi terbaik versi El. Konflik tetap terjadi dan apa yang membentuk Ben hingga menjadi sekarang muncul dalam flash back. Bagaimana masa kecil ben, keluarga Ben & kecintaan Ben sedari kecil terhadap kopi.

Filosofi kopi bukan hanya bercerita mengenai kopi dan bisnis kopi, namun juga mengenai persahabatan & bagaimana kita berdamai dengan masa lalu. Juga bagaimana kita memaafkan diri kita sendiri.

Scoring film ini bagus banget. Penempatan lagu yang sangat apik oleh Glenn Fredly, yang didukung oleh nama besar seperti Maliq & D’essentials & Dewi Lestari. Suara sruputan kopi masih terngiang sampai sekarang J

Setiap kopi mempunyai maknanya sendiri. Dan saya percaya, kopi yang enak akan menemukan penikmatnya.

Promosi film ini kenceng banget. Selain melalui social media, combi Filkop beredar di beberapa daerah di Jakarta. Bahkan sebelumnya ada Filosofi Kopi Tour.

Kekurangan dari film ini, iklannya banyak banget!! Tapi nyelipnya gak mencolok banget, jadi gak terlalu ganggu. Beberapa kali adegan ada yang rada goyang (atau mungkin menurut saya karena Filkop film ketiga yang saya tonton hari itu, sehingga saya agak lelah) namu  tidak mengurangi keseluruhan keindahan film ini.

Applause untuk Dewi Lestari, Angga Sasongko sebagai sutradara, Jenny Jusuf sebagai penulis skenario dan seluruh kru film 🙂

Oh ya, jangan keluar dulu, karena setelah credit tittle ada scene tambahan. Selamat menonton. 

 

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada April 13, 2015 in Film, Review

 

Tag: , , ,

 
%d blogger menyukai ini: