RSS

Arsip Bulanan: Februari 2014

Dua puluh lima

image

Surat hari ke dua puluh lima untuk BDP 25

Mungkin, dua puluh lima akan menjadi angka keramat untuk kita. Ya, BDP 25 yang berkumpul di tanggal 25 Juni 2012, sehingga aku mempunyai dua puluh lima teman baru.

7 orang AO. 10 orang analis kredit. 5 orang audit. Dan 4 orang dari spesial divisi. Dipersatukan di BDP 25.

Bayangan akan canggung karena bertemu orang baru, hilang seketika saat kita berkumpul. Ramai. Ramah. Hangat dan tak ada kata jaim.

Hahaha.. Bingung ya kalian membaca surat (cinta)ku? Sudah, gak usah dipikirin. Aku menulisnya cuma karena aku kangen kumpul, belajar & ngomongin orang #eh

Sekarang, kita sibuk dengan kerjaan masing-masing. Terpisah dari Barat ke Timur. Tapi nanti, kita akan bertemu lagi. Dan bukan tak mungkin saat ketemu, sudah ada yang menggendong bayi. Haahaa..

Atuhlah, aing mah kangen ma sadayana.. Peluk dan ciyum untuk semuanya..
BDP 25, huha!!!

Ps: seharusnya surat ini terkirim tanggal dua puluh lima. Tapi ternyata, tanggal itu suratnya bertema. Jadi, tak apa ya, suratnya telat sehari.

XOXO

053742

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 24, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 

Tag: ,

Tukang pos kesayanganku

Untuk @gembrit

KRIING!! KRIING!!
Halo, tukang posnya aku. Senang rasanya saat melihat pengumuman dari @PosCinta, yang mengabarkan kalau @gembrit adalah tukang pos akunku, yang kebetulan berawalan huruf F.

Maaf, karena kemarin aku bolos menulis selama kurang lebih 2 minggu. Padahal, aku kangen melihat surat & namaku berada di timelinemu. Apa daya, beban pekerjaan & lagi mati ide menyerangku selama itu. Sedih 😦

Tukang pos kesayangan aku,
Terima kasih telah rajin mengirim surat-surat cintaku. Sehingga sampai di tangan yang berhak tepat waktu. Banyak surat yang harus kamu antar dan kamu mampu melaksanakan tugasmu dengan semangat. Terima kasih..

Tukang posnya aku,
Ada satu, eh dua hal yang aku rindu di linimasamu. #GembritAward & foto-foto selfiemu. Ayoo, semangat selfie-nya *Hidup selfie*

Tukang posku yang juga selebtweet Cirebon,
Kapan-kapan, aku boleh ya berjumpa denganmu? Toh jarak kotaku ke kotamu tak terlalu jauh. Mungkin sambil ngobrol di coffee shop ditemani secangkir kopi, atau mencoba empal gentong terenak di Cirebon 😀

Cukup sekian dan terima ajakan makan di Cirebon :))))

Regards,

@faradudut

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 22, 2014 in Uncategorized

 

Hai dancer

Hai dancer.
Sungguh aku ingin mengutuk waktu, yang terlambat mempertemukan kita. Hingga, kita hanya bisa bertemu sebentar saja.
Juga ingin menyalahkan jarak, yang akhirnya harus membuat kita terpisah di kota masing-masing.

Lantai dansa adalah tempat kita berkenalan. Kita adalah kawan sekaligus lawan saat bersamaan. Bagaimana kita saling mengoreksi gerakan, bagaimana kita membuka pikiran untuk membuat koreografi. Bagaimana kita bersaing karena turun dalam satu kategori yang sama.

Cindy, Tjukong, Fahmi, Sharon, Dhoddy, Arlin. Kapan kita bersatu dalam lagu? Kapan kita bersama-sama meliukkan badan dalam irama?

Gak mau tahu, pokoknya kita harus show bareng lagi. Sekarang, bulan depan, tahun depan atau beberapa tahun lagi. Sempatkanlah, kawan.

Ttd,

Wanita yang menari dengan rindu

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 10, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 

Tag: , ,

Lo lagi lo lagi

image

Cih, apa-apaan ini. Kenapa aku bisa sangat merindukan kalian? Lalu, apa kalian juga rindu padaku? Ah, tak penting apakah kalian merindukanku, yang penting aku rindu kalian. Pengen ketemu. Pengen peluk kalian & kita menggila bersama.

Rasanya melihat separuh diriku saat aku bertemu kalian. 25 Juni 2012, pertama kali kita jumpa. Dipersatukan dalam BDP BCA 25, aku beruntung memiliki kalian sebagai sahabatku.

Selama satu tahun kita bersama. Meski ada gesekan di sana sini, namun kita tak tergoyahkan. Bahkan aku pernah mendengar seseorang berkata: ‘BDP 25 tuh isinya cuma kamu, Nita, Devina & Jessie ya Far? Kayaknya cuma kalian yang heboh sendiri’. Haahaahaa lucu bukan bagaimana keriuhan kita mengalahkan suara 20 orang lainnya?

Oh, bukan berarti aku tak merindukan yang lainnya. Namun, kalian bertigalah yang sangat sangat dan SANGAT aku rindu. Tak usah besar kepala hanya karena aku rindukan. Oke?

Masih teringat, aku dan Nita manyun di sudut kamar saat Devina & Jessie menelepon pacarnya masing-masing. Masih melekat di ingatanku saat kita saling mendoakan, ketika jam ujian tiba & saling menguatkan.

Dan, bagaimana aku bisa lupa dengan sarkasme & hinaan yang keluar dari mulut kita yang kadang tak terkontrol. ‘Otaknya ditinggal’, seolah menjadi jargon kita saat kita menertawakan kebodohan yang kita perbuat.

Devina, Jessie & Nita..
Tetaplah menjadi kalian yang aku kenal. Tak perlu hebat untuk menjadi seorang sahabat 🙂

image

Dari,

Yang akan selalu kalian rindukan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 9, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 

Tag: , ,

Wanita kedua

Kepada, wanita yang telah merebut lelakiku

Tak usah mengernyitkan dahi mengapa aku mengirimimu surat (cinta).

Aku heran, apa kau tak bahagia dengan pasanganmu, hingga kamu harus merebut lelakiku? Begitu mudahnya kamu merebut sumber kebahagiaanku.

Hubungan yang sudah aku jaga selama tiga tahun, harus hancur karena kamu. Dan kamu begitu mengagungkan cinta. Cinta yang teramat suci. Cinta yang seharusnya tidak ternoda oleh ulahmu.

Kau pintar sekali mencari celah. Kau tawarkan hadirmu yang tak mampu aku berikan ke dia. Di saat dia sakit, aku hanya bisa berdoa, agar kesembuhan segera menghampirinya. Kamu? Kamu bahkan mencari muka dengan mengantarnya ke lab.

Oh, jangan salahkan jarak. Aku sudah terpisah dengan lelakiku, jauh sebelum kau mengenal dia. Lebih jauh. Banjarmasin & Jakarta pernah menjadi tempatku menetap. Dan selama itu hubunganku dengannya baik-baik saja. Kini, saat jarakku semakin terpotong, dia beralih padamu. jarak tak salah.

Kepada, wanita yang telah merebut lelakiku,
Aku heran, mengapa kau tak memperbaiki pasanganmu, daripada mencari lelaki lain. Dan kenapa harus lelakiku yang kau pilih? Tentu saja aku juga mencecar lelakiku dengan banyak ‘mengapa’ namun aku melihat dia sengaja melindungimu.

Aku tak tahu, apa kau tak takut akan karma yang akan menimpamu? Atau anak perempuanmu?

Sekarang, aku akan bertepuk tangan atas apa yang sudah kamu lakukan kepadaku. Aku tak mau menghabiskan energiku untuk memakimu, meskipun aku sangat ingin melakukannya.

“Berbahagialah kamu, dengan cintamu yang jahat. Cinta yang mencari celah untuk dapat memisahkan dua hati yang menyatu”

Wanita yang terluka karenamu

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 8, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 

Hello birthday boy

WAAAAAAA *teriak kenceng banget sambil bawa kue*
Selamat.. Selamat ulang tahun, mas mesumku tersayang. Wah, gak nyangka ya centong nasi bisa ulang tahun juga.

Aku mencoba mengingat awal perkenalan kita. Dari samber menyamber tweet, kalo gak salah. Pardon me if I’m wrong. Sejak itu kita saling follow di twitter dan akhirnya bertukar nomor hape.

Pertemuan pertama kita terjadi di kota Malang. Saat itu aku sedang berlibur bersama (mantan) pacar dan kita janjian di restoran Inggil. Dan, gak sia-sia perjalananku dari Banjarmasin untuk bertemu kamu 🙂

Selanjutnya, komunikasi kita hanya sebatas lewat twitter. Saling me-mention. Atau jika terlalu pribadi, kita saling mengirim BBM.

Melalui tweetmu, aku tau kalau sekarang kamu pindah ke Bandung. Hmmm.. Bolehlah ya suatu saat aku berkunjung ke kotamu.

Pertemuan kedua kita, terjadi di Jakarta, Januari lalu. Sengaja ingin menonton NBL, aku meluncur ke Jakarta dan secara impulsif mengajakmu untuk berjumpa. Dan herannya, kamu menyanggupinya. Padahal kamu bilang kalo kamu harusnya liputan soal Persib di Bandung. Aku tau, kamu pasti kangen ma aku. Haahaahaa *ditabok*

Entah berapa usiamu sekarang-aku gak peduli, it’s just a damn number- aku hanya mampu mendoakanmu. Semoga kamu mendapat apa yang kamu butuhkan. Bahagia, senyum, tawa & selalu merasa cukup dengan itu. Semoga ada gadis Bandung (atau mana aja) yang nantinya kamu kenalkan ke aku sebagai istrimu. Semoga apa yang kamu semogakan tidak hanya menjadi semoga. Aku aamiinkan segala doamu.

Suratku romantis kan? Iya kan? Kan? Kan? Awas kalo njawabnya engga *sundut*

Udah ah, sekali lagi, has a very happy birthday buat @McXoem

Fara-yang-Dudut

image

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 

Untukmu yang serupa Pelangi

Untukmu yang serupa Pelangi

Kamu serupa pelangi
Yang mencerahkan hariku setelah hujan

Kamu serupa pelangi
Yang mewarnai hidupku yang terasa suram

Kamu serupa pelangi
Yang mampu melengkungkan sudut sempurna di bibirku

Kamu serupa pelangi
Yang tak selalu datang meski aku menanti

Kamu serupa pelangi
Hanya bias, tanpa pernah menjadi nyata

Wanita yang menunggu Pelangi

image

(Pict taken from google)

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 5, 2014 in #30harimenulissuratcinta

 
 
%d blogger menyukai ini: